Selasa, 06 Oktober 2015

Tempat WIsata Di Bandung


Jawa Barat (Indonesia: Jawa Barat) adalah sebuah provinsi Indonesia. Hal ini terletak di bagian barat pulau Jawa dan modal dan pusat perkotaan terbesar adalah Bandung, meskipun banyak penduduknya di sudut barat laut provinsi tinggal di daerah pinggiran kota ke daerah perkotaan lebih besar dari Jakarta, meskipun itu kota itu sendiri terletak di luar provinsi administratif. Populasi provinsi adalah 46.300.000 (tahun 2014) dan itu adalah yang paling padat penduduknya dan paling padat penduduknya dari provinsi di Indonesia.

Daerah pusat Bogor, sebuah kota di Jawa Barat, memiliki salah satu kepadatan penduduk tertinggi di seluruh dunia, sementara Bekasi dan Depok masing-masing 7 dan 10 pinggiran kota terpadat di dunia (Tangerang di dekat Provinsi Banten tanggal 9); pada tahun 2014 Bekasi memiliki 2.510.951 dan 1.869.681 penduduk Depok. [4] Semua kota ini pinggiran kota Jakarta.

Isi [hide]
1 Sejarah
2 Pembagian administratif
3 Geografi
4 Ekonomi
4.1 periode Kolonial
4.2 Posting kemerdekaan
Pariwisata 4.3
5 Demografi dan bahasa
6 Budaya
6.1 Musik
6.1.1 Gamelan orkestra
6.1.2 ansambel sitar
6.1.3 Bambu ansambel
6.2 Puppetry
6.3 Dance
6.4 Cerita rakyat dan cerita legenda
6,5 Sastra
7 Indeks Pembangunan Manusia
8 Sumber daya alam
9 Jalan tol
10 Pendidikan
11 Catatan
12 Referensi
13 Pranala luar
Sejarah [sunting]

Sawah terrace di Priangan dataran tinggi, Jawa Barat, Hindia Belanda. Dalam / sebelum 1926.
Temuan arkeologi tertua manusia penduduk di wilayah itu ditemukan di Anyer (pantai barat Jawa) dengan bukti perunggu dan besi metalurgi budaya dating ke milenium pertama Masehi. [5] prasejarah Kebudayaan Buni (dekat kini Bekasi) tanah liat tembikar kemudian dikembangkan dengan bukti yang ditemukan di Anyer ke Cirebon. Artefak (tanggal dari 400 SM - AD 100)., Seperti makanan dan minuman kontainer, ditemukan sebagian besar sebagai hadiah pemakaman [5] Ada juga bukti arkeologi di Batujaya Situs Arkeologi yang berasal dari abad ke-2 [rujukan?] Dan, menurut Dr Tony Djubiantono, kepala Badan Arkeologi Bandung, Jiwa Temple di Batujaya, Karawang, Jawa Barat juga dibangun sekitar waktu ini. [rujukan?]

Salah satu yang paling awal dikenal [klarifikasi diperlukan] mencatat sejarah di Indonesia adalah dari bekas kerajaan Tarumanagara, di mana tujuh batu abad keempat yang tertulis dalam huruf Wengi (digunakan pada periode India Pallava) dan dalam bahasa Sansekerta menggambarkan raja-raja dari kerajaan Tarumanagara. [ 5] Rekaman administrasi Tarumanegara ini berlangsung sampai abad keenam, yang bertepatan dengan serangan Sriwijaya, sebagaimana tercantum dalam prasasti Kota Kapur (AD 686).

Sunda kerajaan kemudian menjadi kekuatan yang berkuasa di wilayah ini, sebagaimana dicatat pada prasasti Kebon Kopi II (AD 932). [5]

Sebuah Ulama, Sunan Gunung Jati, menetap di Cirebon, dengan maksud menyebarkan dunia Islam di kota pagan. Sementara itu, Kesultanan Demak di Jawa Tengah tumbuh ancaman langsung terhadap kerajaan Sunda. Untuk membela terhadap ancaman itu, Prabu Surawisesa Jayaperkosa menandatangani perjanjian (dikenal sebagai Luso Sunda Perjanjian) dengan Portugis di 1512. Sebagai imbalannya, Portugis diberikan aksesi untuk membangun benteng dan gudang di daerah, serta perjanjian perdagangan bentuk dengan kerajaan. Ini perjanjian internasional pertama Jawa Barat dengan Eropa diperingati oleh penempatan monumen batu Padrao di tepi Sungai Ciliwung pada tahun 1522.

Meskipun perjanjian dengan Portugis telah didirikan, itu tidak bisa datang ke realisasi. Sunda Kalapa pelabuhan jatuh di bawah aliansi Kesultanan Demak dan Kesultanan Cirebon (mantan negara bawahan dari Kerajaan Sunda) pada tahun 1524, setelah pasukan mereka di bawah alias Paletehan Fadillah Khan telah menaklukkan kota. Dalam 1524/1525, pasukan mereka di bawah Sunan Gunung Jati juga menyita pelabuhan Banten dan mendirikan Kesultanan Banten yang berafiliasi dengan Kesultanan Demak. Perang antara Kerajaan Sunda dengan Demak dan Cirebon kesultanan kemudian dilanjutkan selama lima tahun sampai perjanjian perdamaian dibuat pada 1531 antara Raja Surawisesa dan Sunan Gunung Jati. Dari 1567-1579, di bawah raja terakhir Raja Mulya, alias Prabu Surya Kencana, Kerajaan Sunda mengalami penurunan yang, pada dasarnya di bawah tekanan dari Kesultanan Banten. Setelah 1576, kerajaan tidak bisa mempertahankan ibukota di Pakuan Pajajaran (sekarang-hari Bogor) dan secara bertahap Kesultanan Banten mengambil alih wilayah bekas kerajaan Sunda. Kesultanan Mataram dari Jawa Tengah juga menyita wilayah Priangan, bagian tenggara kerajaan.

Pada abad keenam belas, Belanda dan perusahaan dagang Inggris yang didirikan kapal dagang mereka di Jawa Barat setelah Falldown dari Kesultanan Banten. Selama tiga ratus tahun berikutnya, Jawa Barat jatuh di bawah pemerintahan Hindia Belanda '. Jawa Barat secara resmi dinyatakan sebagai provinsi Indonesia pada tahun 1950, mengacu pada pernyataan dari Staatblad nomor 378. Pada tanggal 17 Oktober 2000, sebagai bagian dari desentralisasi politik nasional, Banten terpisah dari Jawa Barat dan dibuat menjadi sebuah provinsi baru. Ada usulan baru untuk mengubah nama Provinsi Pasundan ("Tanah Sunda") setelah nama bersejarah bagi Jawa Barat. [6] [7]

Pembagian administratif [sunting]
Sejak penciptaan Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2008, [8] Provinsi Jawa Barat telah dibagi menjadi 9 kota (Indonesia: Kota) dan 17 kabupaten (Indonesia: Kabupaten). Ini 26 kota dan kabupaten dibagi menjadi 620 kabupaten (Indonesia: Kecamatan), yang terdiri 1.576 kelurahan (Indonesia: Desa) dan 4.301 desa-desa [8] Sebuah Kabupaten 18 dibentuk pada Oktober 2012 - Kabupaten Pangandaran - dari bagian selatan. Kabupaten Ciamis; dan pada tanggal 25 Oktober 2013 Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) mulai meninjau rancangan undang-undang tentang pembentukan 57 calon kabupaten (dan 8 provinsi baru), [9] termasuk lebih jauh tiga kabupaten di Jawa Barat - Selatan Garut (Garut Selatan), Sukabumi Utara (Sukabumi Utara) dan Barat Bogor (Bogor Barat) - namun tidak satupun dari tiga kabupaten baru ini ditampilkan secara terpisah pada peta di bawah ini, atau pada tabel berikut.

Kota dan Kabupaten Jawa Barat
Kota
Bekasi
Depok
Bogor
Sukabumi
Cimahi
Bandung
Tasikmalaya
Banjar
Cirebon
Peta Jawa Barat dengan kota dan nama kabupaten
Kabupaten
Kabupaten Bogor
Kabupaten Sukabumi
Kabupaten Cianjur
Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung Barat
Kabupaten Garut
Kabupaten Tasikmalaya
Kabupaten Ciamis
Kabupaten Kuningan
Kabupaten Cirebon
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Subang
Kabupaten Purwakarta
Kabupaten Karawang
Kabupaten Bekasi
Kabupaten Pangandaran
Nama di Area Capital
di Lapangan km Populasi
2005 Perkiraan Populasi
Sensus 2010 Penduduk
2014 Perkiraan [10]
Bandung Kota Bandung 167,27 2.288.570 2.394.873 2.575.478
Banjar Kota Banjar 113,49 162.383 175.157 188.365
Kota Bekasi Bekasi 206,61 1.993.478 2.334.871 2.510.951
Kota Bogor Bogor 118,50 891.467 950.334 1.022.002
Kota Cimahi Cimahi 39,27 546.879 541.177 581.989
Cirebon Kota Cirebon 37,36 308.771 296.389 318.741
Depok Kota Depok 200,29 1.374.903 1.738.570 1.869.681
Kota Sukabumi Sukabumi 48,25 291.277 298.681 321.205
Kota Tasikmalaya Tasikmalaya 171,61 582.423 635.464 683.386
Kabupaten Bandung Soreang 1,767.96 4.037.274 3.178.543 3.418.246
Kabupaten Bekasi Cikarang 1,224.88 1.983.815 2.630.401 2.828.767
Kabupaten Bogor Cibinong 2,710.62 3.829.053 4.771.932 5.131.798
Ciamis Kabupaten Ciamis 2,424.71 1.511.942 1.532.504 1.648.075
Cianjur Kabupaten Cianjur 3,840.16 2.079.770 2.171.281 2.335.024
Cirebon Kabupaten Sumber 984,52 2.044.257 2.067.196 2.223.089
Garut Kabupaten Garut 3,074.07 2.196.422 2.404.121 2.585.423
Indramayu Kabupaten Indramayu 2,040.11 1.689.247 1.663.737 1.789.204
Karawang Kabupaten Karawang 1,652.20 1.926.471 2.127.791 2.288.254
Kuningan Kabupaten Kuningan 1,110.56 1.045.691 1.035.589 1.113.686
Majalengka Kabupaten Majalengka 1,204.24 1.167.566 1.166.473 1.254.440
Pangandaran Kabupaten Parigi ** ** ** **
Purwakarta Kabupaten Purwakarta 825,74 753.306 852.521 916.812
Subang Kabupaten Subang 1,893.95 1.380.047 1.465.157 1.575.649
Sukabumi Kabupaten Sukabumi 4,145.70 2.168.892 2.341.409 2.517.982
Sumedang Kabupaten Sumedang 1,518.33 1.014.019 1.093.602 1.176.074
Tasikmalaya Kabupaten Singaparna 2,552.19 1.619.052 1.675.675 1.802.043
Kabupaten Bandung Barat
(Bandung Barat) Ngamprah 1,305.77 * 1.510.284 1.624.179
Total 35,377.76 38.886.975 43.053.732 46.300.543
Catatan
* - Penduduk 2005 termasuk dalam total untuk Kabupaten Bandung, yang Kabupaten Bandung Barat dulunya merupakan bagian.
** - Angka untuk Kabupaten Ciamis termasuk untuk Kabupaten Pangandaran baru, yang diciptakan pada tahun 2012.

Geografi [sunting]

View dari gunung dan kawah Tangkuban Parahu, Bandung

Perkebunan teh di Malabar, Bandung selatan. Perkebunan teh yang pemandangan umum di pegunungan Jawa Barat
Jawa Barat berbatasan Jakarta dan Provinsi Banten ke barat, dan Jawa Tengah ke timur. Di sebelah utara adalah Laut Jawa. Ke selatan adalah Samudra Hindia. Tidak seperti kebanyakan provinsi lain di Indonesia yang memiliki modal mereka di daerah pesisir, ibukota provinsi, Bandung, terletak di daerah pegunungan di pusat provinsi. Provinsi Banten dulunya merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat namun diciptakan provinsi terpisah tahun 2000. Jawa Barat, di padat penduduk barat ketiga Jawa, adalah rumah bagi hampir 1 dari setiap 5 orang Indonesia.

Jawa Barat dan Banten, sebagai bagian dari Cincin Api Pasifik, memiliki lebih pegunungan dan gunung berapi dari salah satu provinsi lain di Indonesia. Daerah pegunungan yang luas vulkanik dari pedalaman Jawa Barat secara tradisional dikenal sebagai Parahyangan (juga dikenal sebagai Priangan atau Priangan) yang berarti "The tempat tinggal hyangs (dewa)". Hal ini dianggap sebagai jantung dari masyarakat Sunda. Titik tertinggi dari Jawa Barat adalah stratovolcano Gunung Ceremai (3.078 meter) yang berbatasan Kuningan dan Kabupaten Majalengka. Jawa Barat memiliki tanah vulkanik yang kaya dan subur. Pertanian, budidaya padi kering terutama tradisional (dikenal sebagai ladang atau huma), telah menjadi cara utama kehidupan masyarakat Sunda tradisional. Karena VOC kolonial dan era Hindia Belanda, Jawa Barat telah dikenal sebagai daerah perkebunan yang produktif untuk kopi, teh, kina, dan banyak tanaman lainnya. Wilayah pegunungan Jawa Barat juga merupakan produsen utama sayuran dan tanaman berbunga hias. Situs tropis yang cerah dengan suasana yang sejuk dan pemandangan yang indah sering di hampir seluruh Jawa Barat dan Banten kecuali di bagian utara (pantai laut Jawa). Pemandangan dari provinsi ini adalah salah satu gunung berapi, dataran curam, hutan, gunung, sungai, lahan pertanian yang subur, dan pelabuhan laut alami. [11]

Mengalir melalui Cekungan Bandung ke timur laut adalah Sungai Citarum, terpanjang dan paling penting sungai di provinsi ini. 300-km sungai panjang ini adalah situs 3 bendungan, yaitu Waduk Cirata, Saguling Dam, dan Jatiluhur Dam. Sungai ini sangat tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga ke titik yang telah disebut sebagai 'sungai terkotor di dunia' oleh beberapa.

Ekonomi [sunting]
Awalnya, perekonomian masyarakat Sunda di Jawa Barat sangat bergantung pada budidaya padi. Kerajaan kuno didirikan di Jawa Barat seperti Tarumanagara dan Kerajaan Sunda diketahui telah mengandalkan pajak padi dan pendapatan pertanian. Siklus hidup masyarakat Sunda kuno berkisar siklus tanaman padi. Festival panen padi tradisional seperti Seren Taun yang penting. Dewi kuno beras, Nyai Pohaci Sanghyang Asri, dihormati dalam budaya Sunda. Secara tradisional, orang Sunda sering digunakan budidaya padi kering (ladang). Setelah Mataram diperluas ke daerah Priangan di abad ke-17 awal setelah kampanye Sultan Agung melawan Belanda Batavia, sawah (budidaya padi basah) mulai diadopsi di dataran rendah utara Jawa Barat. Kabupaten seperti Indramayu, Cirebon, Subang, Karawang dan Bekasi kini dikenal sebagai daerah penghasil beras utama. Wilayah pegunungan Jawa Barat memasok sayuran, bunga dan banyak produk hortikultura ke Jakarta dan Bandung. Peternakan di Jawa Barat menghasilkan produk susu dan daging.

Masa kolonial [sunting]
Selama Perusahaan India Timur Belanda (VOC) dan era Hindia Belanda, Jawa Barat jatuh di bawah pemerintahan Belanda yang berpusat di Batavia. Pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan tanaman seperti teh, kopi, dan kina. Sejak abad ke-18, Jawa Barat (dikenal sebagai "De Preanger") dikenal sebagai daerah perkebunan yang produktif, dan menjadi terintegrasi dengan perdagangan global dan ekonomi. Jasa seperti transportasi dan perbankan disediakan untuk memenuhi kaya pemilik perkebunan Belanda. Jawa Barat dikenal sebagai salah satu yang paling awal daerah maju di kepulauan Indonesia. Pada awal abad ke-20, pemerintah kolonial Belanda dikembangkan infrastruktur untuk tujuan ekonomi, terutama untuk mendukung perkebunan Belanda di wilayah tersebut. Jalan dan kereta api dibangun untuk menghubungkan pedalaman daerah perkebunan dengan pusat-pusat perkotaan seperti Bandung dan pelabuhan Batavia.

Kemerdekaan pasca [sunting]
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Jawa Barat menjadi daerah pendukung untuk Jakarta, ibukota Indonesia. Jakarta tetap sebagai pusat bisnis dan politik Indonesia. Beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat seperti Bogor, Bekasi dan Depok dikembangkan sebagai daerah pendukung Jakarta dan datang untuk membentuk wilayah Jabodetabek atau Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi). Daerah utara Jawa Barat telah menjadi daerah industri utama. Area seperti Bekasi, Cikarang dan Karawang yang luas dengan pabrik-pabrik dan industri. Daerah di dalam dan sekitar Bandung juga dikembangkan sebagai kawasan industri.

Pariwisata [sunting]
Diberkahi dengan keindahan alam dan budaya yang kaya, pariwisata juga merupakan industri penting di Jawa Barat. Puncak daerah dan Bandung telah lama dikenal sebagai tujuan akhir pekan populer bagi warga Jakarta. Hari ini Bandung telah berkembang menjadi tujuan belanja chic dan modis, populer tidak hanya di kalangan lokal Indonesia khususnya warga Jakarta, tetapi juga tujuan belanja populer bagi tetangga Malaysia dan Singapura. Kota pantai yang kuno Cirebon juga populer sebagai tujuan wisata budaya karena kota ini memiliki beberapa Kraton dan banyak situs sejarah seperti Gua Sunyaragi. Destinasi wisata populer lainnya mencakup Kebun Raya Bogor, Taman Safari Indonesia, Tangkuban Perahu kawah, air panas Ciater, Kawah Putih kawah di sebelah selatan Bandung, Pantai Pangandaran, dan berbagai resort pegunungan di Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Kuningan.

Demografi dan bahasa [sunting]
Populasi sejarah
Tahun Pop. ±%
1971 21623529 -
1980 27453525 + 27,0%
1990 35384352 + 28,9%
1995 39206787 + 10,8%
2000 35729537 -8,9%
2010 43053732 + 20,5%
2014 46300543 + 7,5%
2000 Sensus penurunan akibat Banten split. Sumber: Statistik Indonesia 2010, Departemen Kesehatan 2014 Perkiraan [4]
Jawa Barat adalah tanah air asli orang Sunda yang merupakan kelompok etnis terbesar di Jawa Barat, diikuti oleh Jawa yang bermigrasi ke provinsi abad yang lalu. Sejak Jakarta dan daerah sekitarnya, termasuk Jawa Barat, adalah pusat bisnis dan politik Indonesia, provinsi ini telah menarik berbagai orang dari seluruh Indonesia. Kelompok Indonesia asli lainnya etnis seperti Minangkabau, Batak, Melayu, Madura, Bali, Ambon dan banyak orang Indonesia lainnya yang bermigrasi ke dan menetap di kota-kota Jawa Barat juga dapat dengan mudah ditemukan. Perkotaan Jawa Barat juga memiliki populasi yang signifikan Indonesia Tionghoa.

Penduduk Jawa Barat dimasukkan di 43.054.000 pada pertengahan 2010 sehingga provinsi terpadat di Indonesia, rumah bagi 18% dari total nasional pada 1,8% dari tanah nasional. [12] Selain dari distrik khusus Jakarta, itu adalah provinsi yang paling padat penduduknya di negara dengan rata-rata 1.236 orang per km² (data 2010). Laju pertumbuhan penduduk yang tercatat dalam sepuluh tahun ke 2010 adalah 1,9%, [13]

Selain Indonesia, bahasa nasional resmi, yang lain bahasa yang banyak digunakan di provinsi ini adalah Sunda. Di beberapa daerah di dekat perbatasan selatan dengan Jawa Tengah, Jawa juga diucapkan. Bahasa utama yang digunakan di Cirebon dan sekitarnya (Majalengka, Indramayu, Sumber) adalah Cirebon, dialek Jawa dengan pengaruh Sunda. [14] Indonesia digunakan secara luas sebagai bahasa kedua.

Budaya [sunting]
Pangsa pulau Jawa Sunda dengan orang Jawa. Mereka terutama tinggal di provinsi rumah mereka dari Jawa Barat. Meskipun Sunda tinggal di pulau yang sama seperti orang Jawa, mereka menganggap diri mereka area budaya yang berbeda disebut Pasundan atau Tatar Sunda. Seseorang bergerak dari Provinsi Jawa Barat ke Central atau Jawa Timur Provinsi, secara harfiah dikatakan bergerak dari Sunda ke Jawa. Bandung, ibu kota Jawa Barat, dianggap sebagai jantung budaya masyarakat Sunda. Banyak artforms Sunda asli dikembangkan di kota ini.

Musik [sunting]

Gamelan Degung Orchestra
Gamelan orkestra [sunting]
Seni musik Sunda, yang merupakan ekspresi emosi budaya Sunda, kesopanan ekspres dan rahmat dari Sunda. Orkestra Degung Gamelan Sunda terdiri dari.

Selain bentuk Sunda Gamelan di Parahyangan, wilayah Cirebon mempertahankan tradisi musik sendiri yang berbeda. Di antara Cirebons 'bervariasi Gamelan ansambel dua yang paling sering didengar adalah Gamelan Pelog (non-berjarak sama tuning sistem heptatonik) dan Gamelan Prawa (sistem tala pentatonik semi berjarak sama). Gamelan Pelog secara tradisional disediakan untuk Tayuban, Wayang Cepak, dan untuk mendengarkan dan musik tari dari Kraton di Cirebon. Sedangkan Gamelan Prawa secara tradisional disediakan untuk Wayang Purwa.

Cirebon juga mempertahankan Gamelan ansambel khusus termasuk: Sekaten, yang dimainkan di Kraton untuk menandai kali penting dalam kalender Islam. Denggung, juga ansambel Kraton yang diyakini memiliki sejumlah "kekuatan supranatural". Dan Renteng, sebuah ensemble yang ditemukan di kedua Cirebon dan Parahyangan yang dikenal untuk gaya bermain keras dan energik.

Ansambel sitar [sunting]
Tembang Sunda adalah genre musik Sunda vokal disertai dengan ensemble inti dua kacapi (sitar) dan suling (seruling bambu). Tembang berarti lagu atau puisi dan Sunda adalah membangun geografis, sejarah, dan budaya yang berarti rumah untuk masyarakat Sunda dari Indonesia. Musik dan puisi tembang Sunda yang terkait erat dengan Parahyangan (harfiah tempat tinggal para dewa), dataran tinggi dataran tinggi yang transverses bagian tengah dan selatan Sunda. Keindahan alam Priangan, sebuah daerah pertanian yang subur dikelilingi oleh pegunungan dan gunung berapi, kesopanan dan rahmat Sunda tercermin dalam banyak lagu dari tembang Sunda. [15]

Kacapi suling adalah tembang Sunda dikurangi vokal.

Tarawangsa adalah seni populer asli dilakukan pada ensemble terdiri dari tarawangsa (biola dengan pin end) dan jentreng (semacam kecapi tujuh senar). Hal ini disertai dengan tarian rahasia yang disebut jentreng. Tarian ini merupakan bagian dari ritual merayakan dewi padi Dewi Sri. Signifikansi upacara yang berhubungan dengan ritual syukur terkait dengan panen padi. Tarawangsa juga bisa dimainkan untuk penyembuhan atau bahkan murni untuk hiburan.

Ansambel bambu [sunting]
Tiga jenis utama dari ansambel bambu Sunda adalah angklung, calung, dan arumba. Fitur yang tepat dari setiap ansambel bervariasi sesuai dengan konteks, instrumen terkait, dan popularitas relatif.


Angklung dengan delapan lapangan
Angklung adalah istilah generik untuk set disetel, bergetar bambu terguncang. Angklung terdiri dari bingkai atas yang menggantung beberapa panjang yang berbeda dari bambu berongga. Angklung yang dimainkan seperti Lonceng Tangan, dengan masing-masing instrumen dimainkan untuk catatan yang berbeda. Bergetar angklung yang dimainkan dalam pola saling, biasanya dengan hanya satu atau dua instrumen yang dimainkan per orang. Ensemble yang digunakan dalam prosesi Sunda, kadang-kadang dengan trans atau akrobat. Dilakukan pada ritual siklus hidup dan pesta-pesta (hajat), angklung diyakini untuk menjaga keseimbangan dan harmoni di desa. Dalam inkarnasi paling modern, angklung dilakukan di sekolah-sekolah sebagai bantuan untuk belajar tentang musik.

Angklung mendapat perhatian lebih internasional ketika Daeng Soetigna, dari Bandung, Jawa Barat, memperluas notasi angklung tidak hanya untuk bermain pelog tradisional atau sisik Slendro, tetapi juga skala diatonis pada tahun 1938. Sejak itu, angklung sering dimainkan bersama-sama dengan instrumen musik barat lainnya dalam sebuah orkestra. Salah satu yang pertama pertunjukan terkenal angklung dalam sebuah orkestra selama Konferensi Bandung pada tahun 1955.

Seperti di angklung, instrumen dari ansambel calung adalah bambu, tetapi masing-masing terdiri dari beberapa tabung yang berbeda disetel tetap ke sepotong bambu; pemain memegang instrumen di tangan kirinya dan menyerang itu dengan pemukul diadakan di kanannya. The calung tertinggi bernada memiliki jumlah terbesar tabung dan aktivitas musik terpadat; terendah bernada, dengan dua tabung, memiliki setidaknya. Calung hampir selalu dikaitkan dengan humor bersahaja, dan dimainkan oleh laki-laki.

Arumba mengacu pada satu set xylophone bambu diatonically disetel, sering dimainkan oleh perempuan. Hal ini sering bergabung dengan instrumen modern, termasuk drum set, gitar listrik, bass, dan keyboard.

Boneka [sunting]

Wayang Golek
Wayang golek adalah bentuk tradisional pedalangan dari Sunda. Berbeda dengan wayang kulit kulit lebih terkenal (wayang kulit) yang ditemukan di seluruh Jawa dan Bali, wayang golek wayang yang terbuat dari kayu dan tiga dimensi, bukan dua. Mereka menggunakan kelapa pisang di mana boneka berdiri, di belakang yang satu dalang (dalang) disertai dengan gamelan dengan sampai 20 musisi. Gamelan menggunakan skala lima catatan yang bertentangan dengan skala barat tujuh catatan. Para musisi dipandu oleh drummer, yang pada gilirannya dipandu oleh sinyal dari dalang dalang memberikan untuk mengubah suasana hati atau langkah yang diperlukan. Wayang golek digunakan oleh orang Sunda untuk memberitahu bermain epik "Mahabarata" dan berbagai jenis moralitas memainkan lainnya.

Dance [sunting]
Artikel utama: tari Sunda
Tari Sunda menunjukkan pengaruh dari banyak kelompok yang telah diperdagangkan dan menetap di daerah selama berabad-abad, namun tetap unik khas, dengan variasi yang dari anggun untuk pola dinamis sinkopasi drum, film pergelangan cepat, gerakan pinggul sensual, dan bahu cepat dan torso isolasi. Jaipongan mungkin adalah tarian sosial tradisional yang paling populer orang Sunda. Hal ini dapat dilakukan di solo, kelompok, atau pasangan. Tari Merak (Peafowl Dance) adalah tarian perempuan terinspirasi oleh gerakan merak dan bulu yang dicampur dengan gerakan klasik tari Sunda. Tari Merak melambangkan keindahan alam.

Cerita rakyat dan cerita legenda [sunting]
Ada cerita dan cerita rakyat ditranskrip dari cerita Pantun Sunda) [16] Di antara cerita rakyat yang paling terkenal dan cerita.:

Mundinglaya Dikusumah, yang menceritakan Mundinglaya mengunjungi Jabaning Langit untuk menemukan layang Salaka Domas. Ini adalah kisah simbolis Surawisesa mengunjungi Malaka untuk mendirikan sebuah perjanjian damai dengan Portugis sebelum 1522.
Lutung Kasarung, menceritakan kehidupan seorang putri cantik, di era Pasir Batang kerajaan, pengikut Sunda kerajaan. Dia menghadapi kejahatan kakaknya bersedia untuk merebut haknya sebagai seorang ratu. [17]
Ciung Wanara, bercerita tentang pertarungan dua pangeran dari kerajaan Sunda dan sejarah sungai Cipamali (sekarang sungai Brebes) sebagai batas antara Sunda dan wilayah Jawa.
Sangkuriang, yang bercerita tentang penciptaan Gunung Tangkuban Parahu dan danau purba Bandung. [18]
Sastra [sunting]
Sastra Sunda lama, antara lain, adalah:

Bujangga Manik, yang ditulis pada 29 daun palem dan disimpan di Perpustakaan Bodleian di Oxford sejak 1627, menyebutkan lebih dari 450 nama-nama tempat, daerah, sungai dan pegunungan yang terletak di pulau Jawa, pulau Bali dan pulau Sumatera. [19]
Carita Parahyangan, mengatakan raja Sunda dan kerajaan dari periode pra-Islam. [19]
Siksakandang Karesian, menyediakan pembaca dengan segala macam aturan agama dan moral, resep dan pelajaran. [19]
Indeks Pembangunan Manusia [sunting]
Semua kota-kota besar dan seluruh kabupaten di Jawa Barat memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di atas rata-rata IPM Indonesia (2012 estimasi: 0,629).

 HDI (2009 data) [20] Sebanding Negara
(Disesuaikan dengan 2010 UNDP Data)

Pembangunan manusia yang tinggi
1 Kota Bandung 0,793 Armenia
Pembangunan manusia menengah
2 Kota Tasikmalaya 0,771 Tonga
3 Kota Bogor 0,769 Jamaika
4 Kota Depok 0,768 Jamaika
5 Kota Bekasi 0,766 Jamaika
6 Kota Banjar 0,765 Jamaika
7 Kota Sukabumi 0,733 Honduras
8 Kota Cirebon 0,720 Guinea Ekuatorial
9 Ciamis Kabupaten 0,720 Guinea Ekuatorial
- Jawa Barat Indonesia 0,719
10 Tasikmalaya Kabupaten 0,719 Guinea Ekuatorial
11 Kabupaten Bandung 0,719 Guinea Ekuatorial
12 Sukabumi 0.716 Guinea Ekuatorial
13 Kabupaten Cianjur 0,712 Cape Verde
14 Bekasi Kabupaten 0,709 Cape Verde
15 Kabupaten Purwakarta 0,709 Cape Verde
16 Garut 0,705 Guatemala
17 Sumedang Kabupaten 0,703 Guatemala
18 Kabupaten Subang 0.700 Guatemala
19 Cirebon Kabupaten 0,699 Botswana
20 Kabupaten Bogor 0,695 Botswana
21 Indramayu 0,695 Botswana
Sumber daya alam [sunting]
Berdasarkan data dari Sekretariat Negara Indonesia, total luas sawah di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2006 adalah 9.488.623 km yang menghasilkan 9.418.882 ton padi pada tahun 2006, yang terdiri dari 9.103.800 ton padi sawah dan 315.082 ton lahan pertanian padi. Palawija (non-beras makanan) produksi, mencapai 2.044.674 ton dengan produktivitas 179,28 kuintal per ha. Namun demikian, lebar tanaman terluas adalah untuk komoditas jagung yang mencapai 148.505 ha, Jawa Barat juga memproduksi hortikultura terdiri dari 2.938.624 ton sayuran, 3.193.744 ton buah-buahan, dan 159.871 ton tanaman obat-obatan / bio farmakologi.

Hutan di Jawa Barat meliputi 764,387.59 ha atau 20,62% dari ukuran total provinsi. Ini terdiri dari hutan produksi 362,980.40 ha (9,79%), hutan lindung 228,727.11 ha (6,17%), dan hutan konservasi 172.680 ha (4,63%). Hutan mangrove mencapai 40,129.89 ha, dan tersebar di 10 kabupaten di mana pantai yang tersedia. Selain itu, ada juga hutan lindung lain dari sekitar 32,313.59 ha diselenggarakan oleh Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten.

Dari hutan produktif, pada tahun 2006 Jawa Barat dipanen tanaman dari sekitar 200.675 m³ kayu, meskipun kebutuhan kayu di provinsi ini setiap tahun sekitar 4 juta m³. Sampai dengan tahun 2006, penduduk hutan lebar 214.892 ha dengan produksi kayu sekitar 893,851.75 m³. Jawa Barat juga memproduksi tanaman non-hutan yang cukup potensial untuk dikembangkan sebagai pekerjaan kehutanan, seperti sutra, jamur, pinus, damar, kayu putih, rotan, bambu, dan menelan sarang burung.

Di sektor perikanan, komoditas yang sangat baik adalah ikan mas, ikan nila, bandeng, lele air tawar, udang windu, kerang hijau, ikan gurami, patin, rumput laut dan udang vaname. Pada tahun 2006, provinsi ini dipanen ikan 560.000 ton dari tanaman budidaya perikanan dan payau atau 63,63% dari total produksi perikanan di Jawa Barat.

Di bidang unggas, sapi perah, ayam buras, dan itik adalah komoditas yang sangat baik di Jawa Barat. Data 2006 menyatakan bahwa ada 96.796 sapi perah (25% dari populasi nasional), 4.249.670 domba, 28652493 unggas domestik, dan 5.596.882 bebek (16% dari populasi nasional). Sekarang hanya ada 245.994 sapi potong di Jawa Barat (populasi nasional 3%), sedangkan kebutuhan setiap tahun sekitar 300.000 sapi potong.

Provinsi ini memiliki banyak tanaman perkebunan, seperti teh, cengkeh, kelapa, karet, kakao, tembakau, kopi, gula, kelapa dan akar wangi (Akar Wangi). Dari semua komoditas, cengkeh, kelapa, karet, kakao, tembakau, dan kopi merupakan komoditas unggulan yang tercatat dari Jawa Barat. Dari sisi wilayah, produktivitas terbaik, yaitu lebar rencana daerah sama dengan lebar pabrik yang memproduksi tembakau dan gula aren komoditas. Dari sisi produksi, produktivitas tertinggi adalah kelapa sawit (6,5 ton per ha) dan aren (5,5 ton per ha).

Jawa Barat juga menghasilkan produksi tambang yang sangat baik. Pada tahun 2006, memberikan kontribusi 5.284 ton zeolit, 47.978 ton bentonit, pasir besi, semen pozzolan, feldspar, dan permata gudang / batu permata. Potensi pertambangan batu mulia umumnya ditemukan di Garut, Tasikmalaya, Kuningan, dan daerah Kabupaten Sukabumi.

Sebagai konsekuensi dari memiliki banyak gunung berapi, Jawa Barat merupakan potensi energi panas bumi. Ada 11 poin dari energi panas bumi dan 3 poin, yaitu Papandayan, Ceremai dan Gede Pangrango telah melakukan pre-eksplorasi. [21]

Sumber daya alam mentah termasuk kapur, beberapa ladang minyak lepas pantai di Laut Jawa, dan kayu. Sebagian besar provinsi yang sangat subur, dengan campuran pertanian kecil dan perkebunan besar. Ada beberapa bendungan tenaga air, termasuk Jatiluhur, Saguling, Cirata dan.

Jalan tol [sunting]......
Sumber : Tempat Wisata Di Bandung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar